Inilah Beberapa Penyakit Pada Sistem Reproduksi Laki-laki

Inilah Beberapa Penyakit Pada Sistem Reproduksi Laki-lakiSistem reproduksi laki-laki merupakan organ yang sangat penting bagi laki-laki. Bekerja setelah terjadi pertumbuhan yang matang yang ditandai dengan pubertas. Reproduksi laki-laki sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu struktur luar serta struktur dalam. Dalam struktur luar sendiri terdapat penis, kantung zakar (skrotum), serta testis (buah zakar). Struktur dalam terdiri atas vas deferens, uretra, kalender prostat, serta vesikula seminalis.

Organ reproduksi laki-laki sendiri tentunya juga mempunyai fungsi-fungsinya sendiri, yaitu:

  • Menghasilkan, menjadi, serta sebagai transportasi sperma (sel reproduksi laki-laki) dan semen (cairan pendukung).
  • Menghantarkan semen (cairan pendukung) yang terdapat sperma (sel reproduksi laki-laki) ke dalam genital wanita.
  • Memproduksi dan sekresi hormon seks laki-laki.
  • menghasilkan hormon seks testosteron.
  • Penyalur dan penampung sperma.

Tentunya organ ini pun tidak akan terlepas dari penyakit. Selama ini orang-orang mungkin hanya mengenal impotensi sebagai penyakit pada reproduksi laki-laki, namun ternyata masih terdapat banyak penyakit yang mengancam organ reproduksi laki-laki. Jangan anggap remeh keluhan-keluhan yang muncul pada organ reproduksi Anda karena kondisi-kondisi tersebut mungkin saja menjadi peringatan bahwa terdapat penyakit pada sistem reproduksi Anda. Penyakit-penyakit pada sistem reproduksi yang perlu Anda awasi diantaranya adalah:

  • Disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi atau yang lebih dikenal sebagai impotensi adalah ketidakmampuan laki-laki dalam melakukan serta mempertahankan ereksi saat sedang berhubungan seksual. Kondisi seperti ini sering disebabkan oleh adanya stres serta kecemasan yang berlebihan. Hal lain yang dapat menjadi penyebab adalah penggunaan obat-obatan jangka panjang serta adanya riwayat jantung serta diabetes.

  • Hipospadia.

Hipospadia adalah penyakit dimana uretra atau yang dikenal dengan tempat keluarnya kencing tidak berada pada posisi normalnya, yaitu tidak berada di ujung penis namun pada bagian bawahnya. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir dan untuk penyembuhannya diperlukan operasi. Jika operasi berjalan dengan sukses, maka penderita dapat melakukan aktivitas seksualnya dengan normal.

  • Kriptorkismus.

Ini adalah kondisi dimana salah satu atau kedua testis tidak dapat terlihat akibat terjadi penurunan testis ke tempat yang tidak seharusnya. Penyakit ini juga merupakan bawaan dari lahir yang umumnya dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. Orkidopeksi kemungkinan menjadi salah satu operasi yang efektif untuk menangani kriptorkismus.

  • Varikokel.

Varikokel adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada pembuluh darah vena yang ada di dalam kantong zakar (skrotum). Selain mengakibatkan mengecilnya testis, penyakit pada reproduksi laki-laki ini juga menyebabkan adanya infertilitas yang disebabkan berkurangnya produksi serta kualitas sperma. Beragam gejala juga muncul mengiringi penyakit ini, seperti terjadinya pembengkakan pada skrotum, adanya benjolan pada salah satu testis, pembuluh testis yang terlihat membesar serta skrotum yang terasa sakit.

  • Hiperplasia prostat jinak (benign prostatic hyperplasia).

Merupakan gangguan pada kelenjar prostat yang mengakibatkan aliran urine berjalan tidak lancar. kondisi ini disebabkan karena pembesaran pada kelenjar prostat yang menekan uretra. Umumnya merupakan bagian alami dari adanya proses penuaan yang disebabkan penuaan. Gejala yang nampak pada penyakit ini adalah aliran urine menjadi lemah, sering buang air kecil, kesulitan buang air kecil, serta nyeri saat akan buang air kecil.

  • Hidrokel.

Merupakan salah satu penyakit reproduksi laki-laki yang diawali dengan adanya penumpukan cairan pada daerah testis yang menyebabkan pembekakan pada are skrotum.

Di atas adalah beberapa penyakit yang menyerang sistem reproduksi laki-laki.